Home Top Ad

Responsive Ads Here
Tampilkan postingan dengan label agama islam. Tampilkan semua postingan

A. HAJI     1. Pengertian Haji        Secara bahasa, haji adalah menyengaja atau menuju. Secara istilah haji adalah mengunju...

Hasil gambar untuk haji



A. HAJI
   
1. Pengertian Haji
       Secara bahasa, haji adalah menyengaja atau menuju. Secara istilah haji adalah mengunjungi Baitullah (ka'bah) di Makkah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT pada waktu tertentu,dengan syarat-syarat dan dengan cara tertentu secara tertib.

  2. Hukum Haji
       Haji merupakan rukun islam yang kelima. Hukumnya wajib bagi yang mampu melaksanakannya, sebagaimana firman Allah SWT :
فِيهِ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آَمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (97)
" padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqam Ibrahim, Barang siapa memasukinya (baitullah itu) menjadi amanlah dia, mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah SWT, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam " (Q.S Ali Imran [3] : 97)
Kewajiban haji adalah sekali dalam seumur hidup.
  
 3. Syarat Haji
       Syarat haji ialah perbuatan-perbuatan yang harus dipenuhi sebelum ibadah haji dilaksanakan. Terdiri dari :
       a. Islam
       b. Berakal (tidak gila)
       c. Baligh
       d. Ada Muhrimnya
      e. Mampu dalam segala hal (misal dalam biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan
   
4. Rukun Haji
       Rukun Haji adalah perbuatan-perbuatan yang harus dilaksanakan atau dikerjakan sewaktu melaksanakan ibadah haji. Maka apabila ditinggalkan, ibadah hajinya tidak sah. Rukun haji terdiri dari :
       a. Ihram : berniat mengerjakan ibadah haji yang ditandai dengan mengenakan pakaian ihram yang berwarna putih.
       b. Wukuf : hadir di padang arafah pada tanggal 9 dzulhijjah dari tergelincirnya matahari hingga terbenam.
       c. Thawaf : berputar mengelilingi ka'bah dan dilakuan secara berlawanan dengan arah jarum jam dengan posisi ka'bah di sebelah kiri badan. Thawaf dimulai dari hajar aswad dan di akhiri di hajar aswad pula sebanyak tujuh kali putaran. Thawaf ada 3 macam :
          c.1. Thawaf qudum : Thawaf yang dilakukan ketika jama'ah haji baru tiba di Makkah
          c.2. Thawaf Ifadhah : Thawaf yang dilakukan pada hari qurban setelah melontar jumrah aqobah. Inilah thawaf yang wajib dilakukan pada waktu haji
          c.3. Thawaf Wada' : thawaf perpisahan bagi jama'ah yang akan meninggalkan Makkah
       d. Sa'i : berlari-lari kecil antara bukit shofa dan bukit marwah sebanyak tujuh kali yang dimulai dari shafa dan berakhir di marwah.
       e. Tahallul : mencukur atau memotong rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal tiga helai rambut.
       f. Tertib : yaitu berurutan dalam pelaksanaan mulai ihram hingga tahallul.
   
5. Jenis Haji
       a. Haji Tamattu' : melaksanakan umrah terlebih dahulu kemudian menggunakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan manasik haji. Pelaksanaan haji ini diwajibkan membayar dam atau berpuasa sepuluh hari, tiga hari pada waktu di tanah suci, dan tujuh hari setelah kembali ke tanah air.
       b. Haji Ifrad : berihram dan berniat dari miqat hanya untuk haji, dengan kata lain mengerjakan haji dahulu kemudian umrah. Pelaksanaan haji ini di diwajibkan membayar dam.
       c. Haji Qiran : melaksanakan haji dan umrah dengan satu kali ihram, artinya jika seorang jama'ah haji memilih jenis ini, maka jama'ah tersebut berihram dari miqat untuk haji dan umrah secara bersamaan. Pelaksanaan haji ini diwajibkan memotong hewan qurban.
   
6. Keutaman Haji
       a. Haji merupakan amal paling utama
       b. haji merupakan jihad
       c. Haji bisa menghapus dosa
       e. Pahala ibadah haji adalah surga


B. ZAKAT
 1. Pengertin Zakat
       Secara bahasa, zakat adalah tumbuh, suci dan berkah.
       Secara istilah, zakat adalah pemberian yang wajib diberikan dari harta tertentu, menurut sifat-sifat dan ukuran kepada golongan tertentu. Zakat merukapan salah satu rukun islam.
  
 2. Hukum Zakat
       Hukum zakat adalah diwajibkan oleh Allah SWT sebagai salah satu rukun islam yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Sebagaimana firman Allah SWT
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ (43)
" dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku' lah beserta orang-orang yang ruku' " (Q.S Al-Baqarah [2] : 43)
   
3. Syarat Zakat
       a. Syarat zakat yang berhubungan dengan subjek atau pelaku (muzakki / orang yang terkena wajib zakat) :
          * Islam
          * Merdeka
          * Baligh
          * Berakal
       b. Syarat yang berhubungan dengan jenis harta (sebagai objek zakat) :
          * Milik penuh
          * Berkembang
          * mencapai nishab (jumlah minimal yang wajib dikeluarkan zakatnya)
          * Lebih dari kebutuhan pokok
          * Bebas dari hutang
          * Berlaku setahun / Haul
  
 4. Rukun Zakat
       a. Pelepasan atau pengeluaran hak milik pada sebagian harta yang dikenakan wajib zakat
       b. Penyerahan sebagian harta tersebut dari orang yang mempunyai harta kepada orang yang bertugas atau orang yang mengurusi zakat (amil zakat)
       c. Penyerahan amil kepada orang yang berhak menerima zakat sebagai milik
   
5. Hikmah dan Keutamaan Ibadah Zakat
       a. Membersihkan pemilik harta dari penyakit kikir dan serakah
       b. Mengangkat derajat pemilik harta dengan berkah dan kebaikan
       c. Mendaptkan pahala yang besar di sisi Allah SWT
       d. Mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat
       e. Allah SWT akan melipatgandakan harta yang dimiliki
       f. Membantu orang yang tidak mampu



C. WAKAF
 1. Pengertian
       Secara bahasa wakaf berarti menahan dan mencegah
       Secara istilah, wakaf adalah menyerahkan harta benda yang bersifak kekal kepada orang lain atau lembaga untuk diambil manfaatnya.
   
2. Hukum Wakaf
       Hukum wakaf adalalah sunnah. Bagi pemberi wakaf memiliki manfaat yang sangat besar, karena wakaf ini termasuk ke dalam sedekah jariyah yang pahalanya akan terus mengalir walaupun sudang menninggal. sebagaimana sabda Rasululllah SAW :
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ
" apabila seseorang telah meninggal, maka amalannya terputus kecuali tiga perkara ; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya " (H.R Tirmidzi)
  
 3. Rukun Wakaf
       a. Orang yang memberikan wakaf (al-waqif)
       b. Benda yang diwakafkan (al-mauquf)
       c. Orang yang menerima wakaf (al-mauquf 'alaihi)
       d. Ikrar Wakaf (sighat) dalams serah terima wakaf
   
4. Hikmah Wakaf
    a. Dicatat sebagai sedekah jariyah yang pahalanya akan terus mengalir bagi pemberi wakaf mesikipun sudah meninggal 
       b. Menghilangkan sifat tamak dan kikir manusia atas harta yang dimilikinya.
     c. Menanamkan kesadaran bahwa di dalam setiap harta benda itu meski telah menjadi milik seseorang secara sah, tetapi masih ada di dalamnya harta agama yang mesti diserahkan sebagaimana halnya juga zakat.
   d. Menyadarkan seseorang bahwa kehidupan di akhirat memerlukan persiapan yang cukup . Maka persiapan bekal itu diantaranya adalah harta yang pernah diwakafkan
      e. Dapat menopang dan mengerakan kehidupan sosial kemasyarakatan umat islam, baik aspek ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lainnya.

1        Pengertian Kontrol Diri                 Kontrol diri (mujahadah al-nafs) adalah perjuangan sungguh-sungguh atau jihad mela...

1 
     Pengertian Kontrol Diri   
         
 Kontrol diri (mujahadah al-nafs) adalah perjuangan sungguh-sungguh atau jihad melawan ego atau nafsu pribadi. Perjuangan ini dilakukan karena nafsu-diri memiliki kecenderungan untuk mencari pelbagai kesenangan, masa bodoh terhadap hak-hak yang harus ditunaikan, serta mengabaikan terhadap kewajiban-kewajiban. Siapa pun yang gemar menuruti apa saja yang diinginkan oleh hawa nafsunya, maka sesungguhnya ia telah tertawan dan diperbudak oleh nafsunya itu. Hal inilah yang menjadi salah satu alsan mengapa Nabi Saw menegaskan bahwa jihad melawan nafsu lebih dahsyat daripada jihad melawan musuh (qital).
Kontrol diri, pengendalian diri atau penguasaan diri (self regulation) merupakan sikap, tindakan atau perilaku seseorang secara sadar baik direncanakan atau tidak untuk mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Pengendalian diri merupakan satu aspek penting dalam kecerdasan emosi (emotional quotient). Aspek ini penting sekali dalam kehidupan manusia sebab musuh terbesar manusia bukan berada di luar dirinya, akan tetapi justru berada di dalam dirinya sendiri. Dengan demikian, kemana pun seseorang pergi, maka orang tersebut selalu diikuti oleh “musuh” yang ada dalam dirinya.
Dalam memenuhi hak hak individu ada batasan batasan agar jangan sampai kita melanggar hak orang lain. Pengendalian diri mutlak dibutuhkan supaya terjadi harmonis kehidupan sosial. Pengendalian diri akan menuntun manusia agar lebih bijaksana dalam menyikapi perbedaan, menempatkan diri pada posisi yang layak untuk dihormati dan dihargai serta menjauh dari sifat yang bisa merugikan orang lain.
            Pengendalian diri artinya pengarah & pengekang diri sehingga sikapnya terkontrol & terkendali. Pengendalian diri merupakan faktor penting dalam kesuksesan seseorang dalam menangani suatu permasalahan hidup.

Ada tiga alasan pengendalian diri :
    Pertama, mempunyai kecenderungan negatif dan positif dalam dirinya. Dan setan (iblis) selalu melakukan berbagai upaya agar seseorang lebih didominasi oleh kecenderungan negatif dalam dirinya.
   Kedua, Penetapan seseorang untuk menempati sesuatu didahului dengan studikelayakan dan pertimbangan.
    Ketiga, Kegagalan besarmanusia dalam menjalankan tugas disebabkan oleh ketidakmauan dalam mengendalikan diri. Perilaku manusia didasarkan pada karakteristik dorongan dalam dirinya.


Ø  Ciri ciri Seseorang yang tidak berhasil mengendalikan diri biasanya :
  • a.    Cenderung menunda permasalahan dan mengakhiri sesuatu yang semestinya didahulukan
  • b.    Saling ragu - ragu & goyah ketika hendak melakukan penyelesaian masalah, karena
  •        khawatir gagal melakukannya.
  • c.    Sering tidak konsentrasi pada penyelesaian masalah, karena ragu menyelesaikan atau
  •        mencapai keberhasilan.
  • d.    Membebani diri dengan sesuatu yang tidak disanggupi. Karena dia tidak dapat  mengkonsentrasikan tenaga & kehilangan keseimbangan.
  • f.    Sering jenuh dan dialihkan perhatianya dari pekerjaan utamanya, sehinggan kedisplinan &
  •       produktifitasnya menurun.
  • g.   Sering tergesah – gesah, seringkali mengeluh & putus asa .


2. Anjuran Mengendalikan Diri
            Segala apapun yang menimpa kita yang diperoleh telah tercatat diLauh Mahfuzh & telah diketahui Allah sebelum sesuatu terjadi. Sebab semua itu hanya Allah yang tahu dan Dialah yang menentukan segalanya.
 Artinya : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan tuhanmu & kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang orang yang bertaqwa (yaitu) orang orang yang mampu menafkahkan (hartanya) baik diwaktu lapang atau sempit & orang orang yang berbuat kebajikan. Q.S Ali Imran (3): 133 – 134

3. Contoh Pengendalian Diri
a.       Pengendalian diri terhadap hawa nafsu saat bertemu lawan jenis
b.      Pengendalian diri terhadap godaan mencontek
c.       Pengendalian diri terhadap nafsu amanah

4. Contoh Sikap Dan Perilaku Pengendalian Diri
a.       
        Dalam Keluarga
- Hidup sederhana tidak suka pamer harta kekayaan dan kelebihannya.
- Tidak mengganggu ketentraman anggota keluarga lain.
- Tunduk dan taat terhadap aturan serta perintah orang tua.
b.     
        Dalam Masyarakat
- Mencari sahabat sebanyak-banyaknya dan membenci permusuhan.
- Saling menghormati dan menghargai orang lain.
- Mengikuti segera aturan yang berlakudalam masyarakat.
c.       
       Dalam Lingkungan sekolah Dan Kampus
- Patuh dan taat pada peraturan disekolah
- Menghormati dan menghargai teman, guru, karyawan, dll
- Hidup penuh kesederhanaan, tidak sombong dan tidak gengsi


Ø  Sikap-sikap Yang Harus Diperhatikan Dalam Mengontrol Diri

1.    Tidur Sekedarnya
Bagi manusia tidur memiliki dua fungsi utama: membuat tubuh menjadi rileks untuk kegiatan berikutnya dan memberi kesempatan pada otak untuk melakukan konsolidasi dalam pembentukan memori. Mengantuk dan tidur berkaitan dengan jam biologis tubuh yang disebut irama sirkadian dan melibatkan zat otak bernama melatonin yang terutama meningkat produksinya saat gelap datang.
Tidur yang benar adalah tidur dalam waktu cukup ketika kita merasa pulas dan kemudia rileks dan segar ketika bangun. Ini bukan durasi tidur, tetapi berkaitan dengan kualitas tidur. Kita bisa tidur lebih panjang dan lama, tetapi tanpa kualitas (tidak pulas). Namun kita juga bisa tidur dalam waktu singkat dan berkualitas. Dorongan untuk tidur dipengaruhi oleh banyak faktor. Ketika kita bisa membatasi tidur, dan mengisinya dengan tidur berkualitas, sama artinya dengan kita meminimalkan kecendrungan tubuh untuk diam. Lebih banyak hal yang dapat kita lakukan saat sadar ketimbang tidur. Para penidur biasanya orang malas dan hampir selalu merupakan orang gagal mendapatkan kebaikan hidup. Mengontrol tidur sama halnya mengontrol diri.

2.    Bicara Seperlunya
Kontrol bicara menempati posisi kunci dalam upaya kontrol diri karena bicaralah yang membuat manusia menjadi manusia, dan manusia berbeda dengan makhluk lain. Ketika nenek moyang kita bisa berbahasa, dan terutama berbicara, ketika itu pula mereka membangun peradaban besar. Bicara dan bahasa adalah dua hal yang dibawa secara naluriah.  Sebuah penelitian membuktikan bahwa sekali seorang bayi mengenal kata, dan seorang anak mengenal huruf, maka secepat kilat kemampuan bahasa mereka berkembang.
Kemampuan berbahasa juga bisa menjadi sumber bencana. Konflik-konflik yang terjadi disekitar kita umumnya disebabkan karena kita tidak piaway memilih dan memilah mana kata yang boleh diutarakan, apalagi kesesuaian yang diucapkan dan dilakukan, merupakan tingkatan tertinggi dalam kontrol bicara, jika kita perhatikan orang-orang yang tidak bisa mengontrol bicara, terutama mereka yang mengucapkan sesuatu yang tidak mereka lakukan, adalah orang-orang yang tidak bisa mengontrol diri. Perilaku mereka kebanyakan perilaku buruk, sekalipun indah dari luar.
Karena itu, jika kita bisa memilih dan memilah apa yang pantas diucapkan, kita pasti bisa mengontrol diri. Dorongan kita untuk berbicara sangat kuat. Karena itu, bicara seperlunya merupakan kiat sederhana dalam mengontrol dorongan itu.

3.    Makan Secukupnya
Seperti berbicara, dorongan untuk makan merupakan dorongan yang sangat kuat. Dalam hal ini, kita bisa jadi tidak berbeda dengan binatang. Akibatnya untuk mendapatkan makanan kita kadang bisa berperilaku seperti binatang, bisa mencakar, menggigit, bahkan membunuh. Jika seseorang sudah bisa mendapatkan makanan yang standar, selalu ada kecendrungan untuk mendapatkan makanan yang lebih enak. Kita menggunakan berbagai cara untuk memuaskan naluri makan. Padahal kelezatan makanan hanya dikecap dalam waktu yang sangat singkat, yaitu ketika makanan berada dalam mulut.

Kecendrungan manusia untuk mengenyangkan perut juga merupakan dorongan yang sangat kuat. Tanpa sadar kita semua cendrung memenuhi perut kita dengan segala jenis makanan. Pada akhirnya, makanan dan makanan enak sudah menjadi kegiatan yang otomatis, tanpa kita pikirkan lagi. Makan dan seksual merupakan dorongan terkuat manusia untuk melakukan apa saja. Bahkan melakukan yang melanggar hukum. Jika rakyat merasa lapar dan tidak aman, dapat dipastikan mendorong gerakan revolusi dan akan  terjadi revolusi serta kerusahan.

* Hikmah
a.     Dapat menahan emosi
b.     Dapat menghindari salah faham
c.     Sabar dalam menerima musibah
d      Terhindar dari sifat rakus
e      Menjaga dirihingga tak terisolasi dalam masyarakat



BAGAIMANA CARA MENGENDALIKAN DIRI
"Kedengarannya memang sepele karena cara ini begitu mudah, tapi pikiran seperti itulah yang dapat mencegah amarah menjadi berlebihan.

Ø  Cara mengontrol diri agar tidak mudah marah :

1.Ambil waktu sebentar
Mengambil waktu sebentar dan cobalahtenangkan diri anda. Jika perlu, istirahat dan menjauhlah dari orang atau situasi sampai amarah Anda mereda sedikit.

2.Ekspresikan kemarahan anda
Begitu Anda berpikir jernih, ungkapkan amarah Anda dengan cara yang tegas tapi tidak konfrontatif.Tanpa menyakiti orang lain atau mencoba untuk memprovokasi mereka.

3.Berolahraga sedikit
Olahraga dapat meredakan emosi Anda. Olahraga merangsang berbagai bahan kimia otak yang dapat membuat Anda merasa lebih bahagia dan lebih santai.

4.Berpikirlah sebelum Anda berbicara
Dalam keadaan marah, mudah untuk mengatakan sesuatu yang nanti akan anda sesali. Ambil beberapa saat untuk mengumpulkan pikiran Anda sebelum mengatakan sesuatu dan mengizinkan orang lain yang terlibat dalam situasi untuk melakukan hal yang sama.

5.Berpikir tentang solusi jangan asal marah
Apakah kamar yang berantakan anak Anda membuat Anda gila? Apakah pasangan Anda terlambat untuk makan malam setiap malam? Alih-alih berfokus pada apa yang membuat Anda marah. Ingatkan diri Anda, kemarahan tidak akan memperbaiki apa pun, dan hanya membuat situasilebih buruk.

6.Gunakan pernyataan 'saya'
Untuk menghindari mengkritik, atau menyalahkan orang lain yang mungkin hanya meningkatkan amarah gunakan pernyataan "saya" untuk menggambarkan masalah. Jadilah hormat dan jaga harga diri anda.

7.Jangan menyimpan dendam
Jika Anda melampiaskan kemarahan dan perasaan negatif Anda kepada orang banyak, Anda mungkin akan menemukan diri Anda sendiri ditelan oleh rasa bersalah Anda sendiri. Tapi jika Anda dapat memaafkan seseorang yang membuat marah, anda mungkin mendapat pelajaran dari situasi ini.

8.Gunakan humor untuk melepaskan ketegangan
Humor dapat membantu meredakan amarah. Jangan menggunakan sindiran, karena itu bisa melukai perasaan orang lain dan membuat situasi semakin buruk.

9.Praktek keterampilan relaksasi
Ketika amarah naik, tempatkan relaksasi untuk bekerja. Praktek latihan pernafasan, membayangkan adegan santai, atau mengulangi kata yang menenangkan, seperti, "Tenang" atau "Sabar". Anda juga dapat relax dengan mendengarkan musik, menulis cerita di jurnal atau melakukan yoga dan apa pun yang membuat anda relax

10.Tahu kapan untuk mencari bantuan
Belajar untuk mengendalikan amarah adalah tantangan bagi semua orang di dunia. Pertimbangkan mencari bantuan untuk masalah anda jika kemarahan Anda tampaknya di luar kendali dan menyebabkan Anda menyakiti orang di sekitar Anda.

           Secara bahasa Asmaul Husna ( Al-Asma Al-Husna /  الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى ) terdiri dari dua kata, yaitu  al-asma  ( الْأ...




           Secara bahasa Asmaul Husna (Al-Asma Al-Husnaالْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى) terdiri dari dua kata, yaitu al-asma (الْأَسْمَاءُ) yang berarti nama-nama dan al-husna (الْحُسْنَى) yang berarti yang baik. Sedang secara istilah Asmaul Husna artinya nama-nama yang baik dan indah yang hanya dimiliki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai bukti keagungan dan kesempurnaan-Nya.

Nama-nama Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah sesuatu yang menunjukkan dzat-Nya bersama sifat-sifat kesempurnaan yang terkandung di dalamnya. Nama-nama Allah Subhanahu wa Ta'ala tersebut dapat kita jumpai dalam ayat-ayat al-Quran dan Al-Hadits (As-Sunnah).

A. Dalil Naqli yang Menunjukkan Allah Memiliki Asmaul Husna

Dalil naqli (نَقْلِي) adalah dalil atau petunjuk yang diambil dari Al-Quran dan As-Sunnah. Berikut ini dalil naqli yang menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki Asmaul Husna:

- Dalil dari Al-Quran: 

QS. Al-A'raf (7) ayat 180

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ 
سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


Artinya:
"Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-namaNya (asmaul husna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."

Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan: "(Allah mempunyai asma-asma yang baik) yang sembilan puluh sembilan, demikianlah telah disebutkan oleh hadis. Al-husna adalah bentuk muannats dari al-ahsan (maka bermohonlah kepada-Nya) sebutkanlah Dia olehmu (dengan menyebut nama-nama-Nya itu dan tinggalkanlah) maksudnya biarkanlah (orang-orang yang menyimpang dari kebenaran) berasal dan kata alhada dan lahada, yang artinya mereka menyimpang dari perkara yang hak (dalam menyebut nama-nama-Nya) artinya mereka mengambil nama-nama tersebut untuk disebutkan kepada sesembahan-sesembahan mereka, seperti nama Latta yang berakar dari lafal Allah, dan Uzzaa yang berakar dari kata Al-Aziiz, dan Manaat yang berakar dari kata Al-Mannaan (nanti mereka akan mendapat balasan) kelak di akhirat sebagai pembalasannya (terhadap apa yang telah mereka kerjakan) ketentuan ini sebelum turunnya ayat perintah berperang."

Mengenai ayat ini Qurayh Shihab menjelasakan "Dan Allah, tidak yang lain-Nya, memiliki nama-nama yang menunjuki kemahasempurnaan-Nya. Maka lakukanlah doa, serulah dan gelarilah Allah dengan nama-nama itu. Dan waspadalah terhadap orang-orang yang cenderung menyematkan sesuatu yang tidak layak bagi zat Allah yang Mahaagung. Sesungguhnya perlakuan orang-orang seperti itu akan diberi balasan."

- Dalil dari Al-Hadits:

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menghitungnya dia masuk surga." [HR. Bukhari (no. 2736) dan Muslim (no. 2677)]


B.     Menghayati Makna Tujuh Asma'ul Husna

1.         Al Karim (Mahamulia)
Kemuliaan Allah terdapat dalam sifat-sifat kemahasempurnaan-Nya, seperti Allah Maha Pengasih yang tak pernah pilih Kasih, Allah Mah Penyayang yang rasa sayangnya tak terbilang, Allah Maha Pemberi Rezeki yang tak pernah pamrih, dan lain sebagainya.
Artinya: Maka Mahatinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia. (Q.S. al-Mukminum/23: 116) 

2.      Al Mu'min (Maha Pemberi Aman)
Allah adalah satu-satunya Dzat memberi kita keamanan negeri yang patut kita syukuri dengan cara menjaga sikap kita agar bisaa memberikan rasa aman kepada orang lain.
Artinya: Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang  Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Q.S. al-Hasyr/59:23)

3.      Al Wakil (Maha Melindungi)
Allah memiliki sifat Maha Melindungi dati segala sesuatu yang tidak kita inginkan. Allah adalah satu-satunya zat yang pantas dan harus kita jadikan sandaran dalam hidup.
Artinya: (yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, “ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (Q.S. ali-‘Imran/3: 173)

4.      Al Matin (Mahakukuh)
Kekuatan Allah tidak ada tandingannya, tidak akan ada siapa pun yang mampu mengalahkan-Nya dan kehendak-Nya tidak akan pernah tergoyahkan oleh siapapun.
Artinya: Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kukuh. (Q.S. az-Zariyat/51: 58)

5.      Al Jami' (Maha Mengumpulkan)
Allah Maha Mengumpulkan segala sesuatu dengan sangat mudah, termasuk mengumpulkan manusia kelak di Padang Mahsyar.
Artinya: Ya Tuhan kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya. Sungguh, Allah tidak menyalahi janji. Allah tidak menyalahi janji. (Q.S. Ali ‘Imran/3: 9)

6.      Al ‘Adl (Mahaadil)
Allah Maha adil dalam memutuskan segala sesuatu. Tidak ada zat yang mampu memengaruhi Allah untuk berbuat adil, termasuk dalam memberi balasan pada hamba-Nya.
Artinya: Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebijakan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka. (Q.S. Yunus/10: 4)

7.      Al Akhir (Mahaakhir)
Tidak ada zat yang tersisa di dunia ini, kecuali Allah. Dialah yang Mahaakhir, tidak ada zat setelah Allah. Hal ini menunjukkan bahwa Allah Mahakekal dan Abadi di saat semua makhluk ciptaannya hancur dan binasa.  
Artinya: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. al-Hadid/57: 3)



C.    Perilaku yang Mencerminkan Keimanan terhadap Asmaul Husna

1.      Keluhuran Budi
Orang yang yakin bahwa Allah adalah zat yang Mahamulia karena keluhuran dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya, ia akan senantiasa menunjukkan keluhuran budi pekertinya dengan perilaku dan perbuatan yang terpuji dan mulia. Allah tidak akan melihat diri manusia dari jasad atau fisik, tetapi semata karena akhlak dan perbuatan kita yang terpuji dan mulia sebagai wujud dari implementasi nilai takwa. 

2.      Kukuh Pendirian
Orang yang yakin Allah Mahakukuh, ia akan mempunyai sikap yang kukuh dalam mempertahankan kebaikan dan kebenaran, tidak akan mudah terpengaruh dengan kondisi dan keadaan lingkungan sekitar yang mengajaknya melakukan hal yang tidak terpuji, dan akan tetap mempertahankan pendiriannya sekukuh keimanannya kepada Allah. 

3.      Memiliki Rasa Aman
Orang yang yakin Allah al Mukmin, ia akan selalu bersikap dan berbuat yang bisa memberikan rasa aman kepada siapa saja. 

4.      Selalu Tawakal
Orang yang yakin Allah Maha Melindungi, ia akan selalu berserah diri kepada Allah. Sifat ini akan disertai sifat ikhtiar, yaitu berusaha dengan sungguh-sungguh. Serta ketulusan dalam berdoa sehingga apapun hasil yang diusahakannya akan selalu ia yakini sebagai hasil yang terbaik dari Allah.

5.      Bersikap Adil

6.      Semangat dalam Kebaikan
Orang yang yakin bahwa tidak ada yang tersisa di hari kiamat nanti kecuali Allah Yang Mahaakhir dan satu saat Allah Maha Mengumpulkan akan mengumpulkan manusia di Padang Mahsyar, ia akan selalu punya jiwa semangat untuk senantiasa berbuat kebaikan pada sesama. 



e.       Kesimpulan

-       Secara bahasa, Asma'ul Husna berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari "asma" yaitu nama-nama, dan "al husna" yaitu baik, bagus, dan indah. Secara istilah, Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang baik , bagus, dan indah.

-       Asmaul husna berjumlah 99. Jumlah ini bukan pembatasan terhadap sifat kemahasempurnaan Allah, melainkan sebuah bilangan yang mempermudah kita untuk menghafalkannya, kemudian menjaganya, dan mengamalkannya, maka Allah akan menjamin kita masuk surga. 

-       Al Karim artinya Mahamulia, Al Mu’min artinya Maha Pemberi Aman, Al Wakil artinya Maha Melindungi, Al Matin artinya Maha Kukuh, Al Jami’ artinya Maha Mengumpulkan, Al ‘Adl artinya Mahaadil, Al Akhir artinya Mahaakhir.