Home Top Ad

Responsive Ads Here
Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

  Puisi  adalah suatu karya sastra tertulis dimana isinya merupakan ungkapan perasaan seorang penyair dengan menggunakan bahasa yang bermak...

 Puisi adalah suatu karya sastra tertulis dimana isinya merupakan ungkapan perasaan seorang penyair dengan menggunakan bahasa yang bermakna semantis serta mengandung irama, rima, dan ritma dalam penyusunan larik dan baitnya.
Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

1. H. B. Jassin

Menurut H. B. Jassin, pengertian puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan sebuah perasaan yang didalamnya mengandung suatu fikiran-fikiran dan sebuah tanggapan-tanggapan.

2. Herman Waluyo

Menurut Herman Waluyo, pengertian puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan semua kekuatan bahasa dalam sebuah struktur fisik dan struktur batinnya.

3. Sumardi

Menurut Sumardi, pengertian puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan kata-kata bermakna kiasan (imajinatif).

4. Theodore Watts-Dunton

Menurut Theodore Watts-Dunton, pengertian puisi adalah suatu ekpresi yang kongkret dan bersifat artistik dari sebuah pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.

5. James Reevas

Menurut James Reevas, pengertian puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.

6. Panuti Sudjiman

Menurut Panuti Sudjiman, pengertian puisi adalah suatu karya sastra yang bahasanya terikat oleh suatu irama, matra, rima, dalam penyusunan larik dan baitnya.

Unsur-Unsur Puisi

A. Struktur Batin

Struktur batin puisi disebut juga sebagai hakikat suatu puisi,  yang terdiri dari beberapa hal, seperti;
1. Tema/ Makna (sense)
Ini adalah unsur utama dalam puisi karena dapat menjelaskan makna yang ingin disampaikan oleh seorang penyair dimana medianya berupa bahasa.

2. Rasa (feeling)

Ini adalah sikap sang penyair terhadap suatu masalah yang diungkapkan dalam puisi. Pada umumnya, ungkapan rasa ini sangat berkaitan dengan latar belakang sang penyair, misalnya agama, pendidikan, kelas sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial, dan lain-lain.

3. Nada (tone)

Nada merupakan sikap seorang penyair terhadap audiensnya serta sangat berkaitan dengan makna dan rasa. Melalui nada, seorang penyair dapat menyampaikan suatu pusi dengan nada mendikte, menggurui, memandang rendah, dan sikap lainnya terhadap audiens.

4. Tujuan (intention)

Tujuan/ maksud/ amanat adalah suatu pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyair kepada audiensnya.

B. Struktur Fisik

Struktur fisik suatu puisi disebut juga dengan metode penyampaian hakikat suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal berikut ini;

1. Perwajahan Puisi (tipografi)

Tipografi adalah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, tepi kanan-kiri, halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. Perwajahan puisi ini sangat berpengaruh pada pemaknaan isi puisi itu sendiri.

2. Diksi

Diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan oleh seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan. Pemilihan kata pada puisi sangat berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan oleh penyair.

3. Imaji

Imaji adalah susunan kata dalam puisi yang bisa mengungkapkan pengalaman indrawi sang penyair (pendengaran, penglihatan, dan perasaan) sehingga dapat mempengaruhi audiens seolah-olah merasakan yang dialami sang penyair.

4. Kata Konkret

Kata konkret adalah bentuk kata yang bisa ditangkap oleh indera manusia sehingga menimbulkan imaji. Kata-kata yang digunakan umumnya berbentuk kiasan (imajinatif), misalnya penggunaan kata “salju” untuk menjelaskan kebekuan jiwa.

5. Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang bisa menimbulkan efek dan konotasi tertentu dengan bahasa figuratif sehingga mengandung banyak makna. Gaya bahasa ini disebut juga dengan majas (metafora, ironi, repetisi, pleonasme, dan lain-lain).

6. Rima/ Irama

Irama/ rima adalah adanya persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik di awal, tengah, maupun di akhir puisi. Beberapa bentuk rima yaitu;
  • Onomatope, yaitu tiruan terhadap suatu bunyi. Misalnya ‘ng’ yang mengandung efek magis.
  • Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya.
  • Pengulangan kata, yaitu penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemah suatu bunyi.

Jenis-Jenis Puisi
Jenis-jenis puisi dapat dikelompokkan berdasarkan jamannya. Mengacu pada pengertian puisi di atas, berikut ini adalah beberapa jenis puisi tersebut:

A. Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang masih terikat oleh berbagai aturan seperti; jumlah kata dalam baris puisi, jumlah baris dalam satu bait puisi, persajakan, jumlah suku kata dalam setiap baris, irama puisi
Beberapa yang termasuk dalam puisi lama diantaranya adalah;
  1. Mantra, yaitu ucapan-ucapan yang dipercaya memiliki kekuatan magis.
  2. Pantun, yaitu bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik dengan rima akhir ab-ab.
  3. Karmina, yaitu pantun kilat dimana bentuknya lebih pendek dari pantun.
  4. Seloka, yaitu pantun berkait yang berasal dari Melayu klasik yang berisi pepatah.
  5. Gurindam, yaitu puisi yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari dua baris kalimat dengan rima yang sama.
  6. Syair, yaitu puisi yang terdiri dari empat baris dengan bunyi akhiran yang sama.
  7. Talibun, yaitu pantun yang lebih dari empat baris dan memiliki irama abc-abc.

B. Puisi Baru

Puisi baru adalah jenis puisi yang lebih bebas dibanding puisi lama, baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima. Beberapa yang termasuk dalam puisi baru diantaranya adalah;
  1. Balada, sajak sederhana yang mengisahkan tentang cerita rakyat yang mengharukan, yang terkadang dinyanyikan atau disajikan dalam bentuk dialog.
  2. Himne (gita puja), yaitu sejenis nyanyian pujaan, biasanya pujaan ditujukan untuk Tuhan atau Dewa.
  3. Ode, yaitu puisi lirik berisikan sanjungan kepada orang yang berjasa dengan nada agung dan tema serius.
  4. Epigram, yaitu puisi yang berisi tentang tuntunan/ ajaran hidup.
  5. Romansa, yaitu jenis puisi cerita yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
  6. Elegi, yaitu syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita, khususnya pada peristiwa kematian.
  7. Satire, yaitu puisi yang menggunakan gaya bahasa yang berisi sindiran atau kritik dan disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi.
  8. Distikon, yaitu puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 2 baris (puisi dua seuntai).
  9. Terzina, yaitu puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 3 baris (puisi tiga seuntai).
  10. Kuatren, yaitu puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 4 baris (puisi empat seuntai).
  11. Kuint, yaitu puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 5 baris (puisi lima seuntai).
  12. Sekstet, yaitu puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 6 baris (puisi enam seuntai).
  13. Septima, yaitu puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 7 baris (tujuh seuntai).
  14. Oktaf/Stanza, yaitu puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 8 baris (puisi delapan seuntai).
  15. Soneta, yaitu puisi yang terdiri dari 14 baris yang dibagi menjadi 2, dimana 2 bait pertama masing-masing 4 baris dan 2 bait kedua masing-masing tiga baris.

C. Puisi Kontemporer

Puisi kontemporer adalah jenis puisi yang berusaha keluar dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Jenis puisi ini selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan tidak lagi mementingkan tentang irama, gaya bahasa, dan hal-hal lainnya yang umumnya terdapat pada puisi lama dan baru.
Beberapa yang termasuk dalam puisi kontemporer diantaranya adalah;
  1. Puisi mantra, puisi yang mengambil sifat-sifat dari mantra.
  2. Puisi mbeling, puisi yang sudah tidak mengikuti aturan dan ketentuan umum dalam puisi.
  3. Puisi konkret, puisi yang lebih mengutamakan bentuk grafis (wajah dan bentuk lain) dan tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media.

Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur lucu dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan. Teks anekdot bia...

Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur lucu dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan. Teks anekdot biasanya bertopik tentang layanan publik, politik, lingkungan, dan sosial.

Struktur teks anekdot

  1. Abstrak
Abstrak menjadi struktur teks humor paling awal yang ada dalam sebuah teks bernama anekdot. Abstrak ditaruh di awal paragraf dengan fungsi untuk menggambarkan mengenai teks tersebut secara umum agar pembaca dapat membayangkan.
  1. Orientasi
Orientasi merupakan awal kejadian pada cerita atau juga bagian yang menjelaskan latar belakang mengapa peristiwa utama dalam cerita dapat terjadi.
  1. Krisis
Struktur teks anekdot berikutnya adalah Krisis. Krisis merupakan bagian yang menjelaskan mengenai pokok masalah utama dengan warna unik juga tidak biasa. Atau bahkan terjadi pasa penulisnya sendiri.
  1. Reaksi
Reaksi berhubungan besar dengan struktur krisis. Reaksi adalah bagian yang akan melengkapi berupa penyelasaian masalah menggunakna cara-cara yang juga unik dan berbeda.
  1. Koda
Seperti penutup, struktur teks anekdot yang terakhir ialah Koda. Koda merupakan bagian yang menutup cerita dalam teks tersebut.

Ciri-ciri teks anekdot

  1. Berupa teks yang mendekati perumpamaan
Perumpaan pada sebuah teks dengan struktur anekdot mendekati bentuk sebuah dongeng. Layaknya karangan cerita berdasarkan imajinasi dan ditambah dengan segala hal yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi di masayarakat.
  1. Menampilkan tokoh-tokoh atau figure yang dekat dengan kehidupan sehari-hari atau juga orang penting
Biasanya pada sebuah teks anekdot terdapat tokoh atau figure yang ada dalam dunia nyata dan mudah kita temui dalam keseharian.Contohnya seperti orang-orang pemerintahan, anggota keluar, dan lainnya.
  1. Memiliki sifat humoris, lucu, menggelitik, dan berbau lelucon tapi menyindir
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, teks yang berupa anekdot memang dibuat untuk memberi kritik dengan cara yang berbeda. Semacam guyonan yang sengaja dibuat dengan tujuan tertentu seperti menyindir. Biasanya menyindiri di sini berkaitan dengan isu sosial dalam negeri yang sudah menjadi rahasia umum.
  1. Terselip kritikan atau tujuan
Mungkin ini juga dapat menjadi salah satu tujuan dari dibuatnya sebuah teks berbentuk anekdot, di mana pembuatnya akan menyelipkan kritik dengan cara yang lebih lucu dan mampu diterima oleh masyarakat.

Kaidah teks anekdot

  1. Memakai pertanyaan dengan keterampilan bahasa yang kreatif dan efektif atau retorik.
  2. Menulis sesuai struktur yaitu diawali dengan bagian abstrak dan diakhir dengan bagian koda.
  3. Menyatakan peristiwa serta bagian dari peristiwa menggunakan konjungsi.
  4. Memakai kata keterangan waktu lampau.
  5. Memakai kata predikat atau kata kerja.
  6. Memakai kalimat yang berbau peritah.
  7. Dibuat secara berurut dan kronologis.

Teks Biografi adalah sebuah teks yang di dalamnya berisi atau menceritakan kehidupan seorang tokoh, mulai dari kelahiran, prestasi atau ...


Teks Biografi adalah sebuah teks yang di dalamnya berisi atau menceritakan kehidupan seorang tokoh, mulai dari kelahiran, prestasi atau pencapaian, masalah yang dihadapi selama hidupnya bahkan beberapa contoh teks biografi memasukkan informasi yang sifatnya lebih pribadi di dalamnya.


Ciri Ciri Teks Biografi:

  1. Dibuat Berdasarkan Fakta
Walaupun diceritakan dalam bentuk narasi, karakter utama dari teks yang masuk dalam kategori biografi adalah sumber data yang didapatkan. Data dan informasi yang didapatkan itu kemudian diubah dalam bentuk narasi agar lebih menarik. Maka tak heran jika banyak contoh teks biografi adalah tentang figur-figur yang sudah cukup.
  1. Isinya Dapat Menginspirasi
Sebuah biografi dibuat dengan beragam tujuan. Namun yang pasti, dalam penulisannya, teks berbentuk biografi ini harus bisa menginspirasi para pembacanya. Karena itulah kebanyakan contoh teks biografi adalah kisah hidup tokoh-tokoh terkenal dan sukses. Umumnya kisah kesuksesan mereka lah yang diangkat dalam penulisan sehingga bisa menginspirasi pembacanya.
  1. Memiliki Struktur yang Jelas
Ciri-ciri teks yang masuk dalam kategori biografi selanjutnya adalah harus memiliki struktur yang jelas. Sama seperti jenis tulisan lainnya, dalam menulis biografi juga ada struktur khusus yang nantinya bisa membedakan antara teks biografi dengan jenis teks lainnya.


Struktur Teks Biografi:

Struktur teks biografi itu setidaknya harus terdiri dari 3 bagian yaitu: Orientasi (bagian pengenalan tokoh), peristiwa atau kejadian penting yang dialami oleh tokoh dan reorientasi (penutup). Pada bagian penutup ini umumnya berisi tentang pandangan penulis terhadap tokoh yang ditulis.


Jenis Teks Biografi

Berlanjut pada jenisnya, teks yang masuk dalam kategori biografi bisa dibedakan berdasarkan pada beberapa hal. Misal salah satunya adalah berdasarkan penulisnya yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu biografi dan autobiografi. Biografi adalah teks yang ditulis oleh orang lain sedangkan autobiografi adalah teks yang ditulis sendiri oleh tokohnya. Namun kebanyakan contoh teks biografi yang banyak dijumpai, baik contoh teks biografi singkat maupun yang sudah berbentuk buku, adalah jenis yang pertama.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang membahas tentang macam-macam teks memang begitu beragam. Salah satunya adalah jenis teks yang secara khusus menceritakan kisah hidup seorang tokoh yang dianggap bisa menginspirasi pembacanya.
Teks yang dikenal dengan teks biografi ini adalah jenis teks yang secara khusus dibuat untuk menceritakan seorang tokoh, perjalanan hidup dan prestasi-prestasi yang diraihnya. Di Indonesia, contoh teks biografi singkat yang sering dijumpai adalah biografi tentang pahlawan-pahlawan yang gugur untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Pengertian Teks Negosiasi         Teks Negosiasi  adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan diantara pihak...

Pengertian Teks Negosiasi

       Teks Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan diantara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda.

Kedua pihak yang melakukan negosiasi mempunyai hak terhadap hasil yang akan disepakati. Hasil akhir negosiasi harus mempunyai persetujuan dari semua pihak sehingga semua pihak menerima hasil akhir dengan kesepakatan bersama.


Ciri-Ciri Teks Negosiasi

Yang membedakan teks negosiasi dengan teks lainnya karena negosiasi mempunyai ciri-ciri diantaranya:
  • Menghasilkan kesepakatan (yang saling menguntungkan).
  • Mengarah pada tujuan praktis.
  • Memprioritaskan kepentingan bersama.
  • Merupakan sarana untuk mencari penyelesaian.

Kaidah Kebahasaan

Kaidah kebahasaan yang biasanya digunakan dalam teks negosiasi diantaranya:
  • Menggunakan bahasa yang santun.
  • Terdapat ungkapan persuasif (bahasa untuk membujuk).
  • Berisi pasangan tuturan.
  • Kesepakatan yang dihasilkan tidak merugikan dua belah pihak.
  • Bersifat memerintah dan memenuhi perintah.
  • Tidak berargumen dalam 1 waktu.
  • Didasari argumen yang kuat disertai fakta.
  • Minta alasan dari pihak mitra negosiasi (mengapa ya/tidak).
  • Jangan menyela argumen.

Struktur Kompleks Negosiasi

Terdapat 7 unsur yang menyusun negosiasi sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh, berikut ini struktur kompleks teks negosiasi:
  1. Orientasi: Kalimat pembuka, biasanya ucapan salam. Fungsi nya untuk memulai negosiasi.
  2. Permintaan: Suatu hal berupa barang atau jasa yang ingin dibeli oleh pembeli.
  3. Pemenuhan: Kesanggupan hal berupa barang atau jasa dari penjual yang diminta oleh pembeli.
  4. Penawaran: Puncaknya negosiasi yang terjadi, kedua pihak saling tawar menawar.
  5. Persetujuan: Kesepakatan antara kedua belah pihak terhadap negosiasi yang telah dilakukan.
  6. Pembelian: Keputusan konsumen jadi menyetujui negosiasi itu atau tidak.
  7. Penutup: Kalimat penutup, biasanya ucapan salam atau terimakasih.

Tujuan Negosiasi

Adapun tujuan dilakukan negosiasi dalam hal bisnis, beberapa diantaranya untuk:
  • Mencapai kesepakatan yang memiliki kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan.
  • Mencapai penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi secara bersama.
  • Mencapai kondisi saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan (win-win solution). 

 Manfaat negosiasi yaitu untuk menciptakan jalinan kerja sama antara institusi, badan usaha, maupun perorangan dalam melakukan suatu usaha dan kegiatan bersama atas dasar saling pengertian.

Proses negosiasi akan memberikan manfaat bagi perusahaan diantaranya membuat hubungan bisnis menjadi lebih luas dan pasar lebih berkembang. 
Contoh teks negosiasi singkat jual beli
Penjual  : Ada yang bisa dibantu mas?
Pembeli : Baju yang ini ukuran L ada enggak?
Penjual  : Ada mas, sebentar saya ambil.
Pembeli : Iya.
Penjual  : Ini mas yang ukuran L.
Pembeli : Berapa harganya mas?
Penjual  : Itu 300 ribu, pas nya 290 ribu
Pembeli : Bisa 260 enggak pak?
Penjual  : Tidak bisa mas, paling kurangi 5 ribu jadi 285 ribu.
Pembeli : Ya 280 ribu deh pak, langsung saya beli.
Penjual  :  Iya baiklah.

           Teks eksposisi adalah sebuah paragraf yang di dalamnya terdapat sejumlah informasi. Tujuan dari penulisan paragraf jenis informa...

           Teks eksposisi adalah sebuah paragraf yang di dalamnya terdapat sejumlah informasi. Tujuan dari penulisan paragraf jenis informasi ini adalah untuk memberikan pengertian kepada pembaca mengenai gaya penulisan, seperti gaya penulisan yang singkat, akurat dan padat. Dalam penulisannya, teks informasi satu ini juga tidak boleh dilakukan secara asal-asalan melainkan harus memperhatikan struktur teks eksposisi yang sudah ditentukan. Dibawah ini adalah struktur yang benar-benar harus diperhatikan.

Struktur Teks Eksposisi :

  1. Struktur yang pertama adalah tesis, tesis ini merupakan bagian paragraf yang mengandung sudut pandang penulis terhadap masalah yang dibahas.
  2. Struktur yang kedua argumentasi, argumentasi ini adalah alasan yang digunakan sebagai pendukung sebuah pendapat yang ada di tesis.
  3. Struktur yang ketiga adalah penegasan kembali pendapat dari sebuah tesis yang sudah dikemukakan di awal teks/paragraf. Tentunya penegasan kembali ini, tetap disertai fakta dan bukti-bukti yang mendukung.
Setelah mengetahui pengertian dari sebuah teks eksposisi serta bagaimana strukturnya, pembahasan kali ini adalah mengenai ciri-ciri sebuah paragraf eksposisi. Berikut adalah ciri-cirinya yang harus diketahui dan dipahami.
Ciri Ciri Teks Eksposisi :
  • Memiliki gaya penulisan informasi yang persuasif atau dengan kata lain bersifat mengajak
  • Berisi penjabaran terkait informasi-informasi yang berhubungan dengan pengetahuan
  • Tulisan Bersifat objektif dan tidak memihak
  • Penjelasan atau penjabaran informasi yang diberikan, disertai dengan data-data akurat dan berasal dari sumber yang tepercaya. Data tersebut berguna sebagai pendukung dari tulisan yang bersangkutan
  • Penulisan dan penyampaian teks dipaparkan secara lugas serta menggunakan bahasa baku sesuai dengan EYD
  • Fakta informasi yang diberikan banyak digunakan sebagai sebuah alat konkritasi dan kontribusi
Keenam poin ciri-ciri di atas menjadi ciri-ciri mendasar yang harus diketahui oleh pembaca, untuk membedakan antara teks eksposisi dengan jenis teks lainnya. Untuk lebih lengkap dan mendalam perihal ciri-ciri dari sebuah tulisan eksposisi atau yang biasa disebut sebagai teks informasi.
Teks eksposisi memiliki pengertian yaitu teks berupa paragraf atau karangan yang berisi informasi. Informasi tersebut bertujuan untuk memberikan pengertian atau penjelasan. Teks ini sendiri menggunakan gaya bahasa yang padat, singkat dan akurat. Dari banyak contoh teks eksposisi singkat yang dapat kita cari di berbagai media, dapat diamati bahwa sebenarnya teks ini memiliki beberapa jenis.
Jenis teks definisi memaparkan definisi atau pengertian dari sebuah topik, sedangkan pada jenis proses, yang dipaparkan adalah tahap-tahap dari sesuatu hal secara tuntut. Gambaran suatu proses yang memiliki kesamaan antara satu dan lainnya dijelaskan menggunakan jenis teks ilustrasi. Jika ingin menyampaikan pelaporan dari sebuah kejadian, maka jenis teks yang dipakai adalah jenis teks laporan. Jenis teks perbandingan memiliki ciri terdapat perbandingan gagasan utama dengan gagasan lain, sedangkan jenis teks pertentangan yang terdapat di dalamnya adalah pertentangan antara satu dan lain hal.
Berdasarkan struktur teks eksposisi yang sudah dijabarkan di atas, dikaitkan dengan pengertian teks eksposisi dan ciri-cirinya, untuk memperjelas pembaca maka diperlukan adanya contoh. Simaklah beberapa contoh penulisan teks informasi sesuai dengan struktur yang sudah ditetapkan berikut ini.
Contoh Teks Eksposisi Singkat :
1. Contoh yang ada pada teks tesis
Pada saat kondisi perekonomian dunia sedang mengalami krisis besar-besaran, pertumbuhan ekonomi di negara Indonesia justru menunjukkan hasil yang sangat baik.
2. Contoh yang ada pada teks argumentasi
“hutang negara Indonesia saat ini sudah mencapai Rp 2.865 triliun dan diperkirakan akan terus meningkat dalam setiap tahunnya. Hutang-hutang ini, nantinya menjadi sumber utama penghasilan komponen pemerintah dan dapat menjadi sebuah pendorong pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia” Ujar pengamat perekonomian Indonesia, Daeng.
Kesimpulannya, sebuah teks informasi dalam bahasa Indonesia biasanya digunakan dalam kalimat berita, penggunaan teks ini tidak boleh lepas dari struktur yang membentuknya. Struktur teks eksposisi atau teks informasi ini dapat dipecah lagi menjadi tiga, yaitu tesis, argumentasi dan penegasan kembali. Ketiga struktur tersebut tentu memiliki perbedaan, namun jika dijadikan sebuah satu kesatuan maka akan menghasilkan sebuah teks yang informatif dan sangat bermanfaat.

A. Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi            Teks laporan hasil observasi  adalah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporka...

A. Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi       

   Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan observasi juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu.

Menggambarkan ciri, bentuk, atau sifat umum seperti benda, hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta kita. Teks hasil observasi bersifat faktual atau berdasarkan fakta yang ada.
Tujuan teks ini:
  • Mengatasi suatu persoalan.
  • Menemukan teknik atau cara terbaru.
  • Mengambil keputusan yang lebih efektif.
  • Melakukan pengawasan dan/atau perbaikan.
  • Mengetahui perkembangan suatu permasalahan.
Fungsi teks ini:
  • Melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan.
  • Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan.
  • Sarana untuk pendokumentasian.
  • Sebagai sumber informasi terpercaya.
Ciri-ciri teks hasil observasi:
  • Bersifat objektif, global, universal.
  • Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal.
  • Ditulis secara lengkap dan sempurna.
  • Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  • Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
  • Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.
  • Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.
Sifat teks laporan ini:
  • Bersifat Informatif.
  • Bersifat Komunikatif.
  • Bersifat Objektif.

B. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Terdapat 2 struktur utama yang membantun teks laporan hasil observasi sehingga menjadi satu kesatuan, struktur teks nya yaitu:
  1. Pernyataan umum (klasifikasi): merupakan pembuka atau pengantar mengenai hal yang dilaporkan. Di tahap ini akan disampaikan bahwa benda-benda di dunia bisa diklasifikasikan berdasarkan kriteria persamaan dan perbedaan.
  2. Anggota/aspek yang dilaporkan: merupakan bahasan atau rincian tentang objek yang diamati.
Struktur lain dari teks laporan observasi:
  1. Definisi Umum: merupakan pembukaan yang berisi pengertian mengenai sesuatu yang dibahas didam teks.
  2. Definisi Bagian: merupakan bagian yang berisi ide pokok dari setiap paragraf (penjelasan rinci).
  3. Definisi Manfaat: merupakan bagian yang menjelaskan manfaat dari sesuatu yang dilaporkan
  4. Penutup: merupakan bagian rincian akhir dari teks.

C. Ciri Bahasa Teks Laporan Hasil Observasi

Ciri bahasa atau kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks ini:
  1. Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.
  2. Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain
  3. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.
  4. Menggunakan kata penghubung yang menyatakan tambahan (dan, serta), perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya), pertentangan (tetapi, sedangkan, namun), pilihan (atau).
  5. Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf.
  6. Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain.

D. Bagaimana Langkah Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi?

Langkah-langkahnya:
  1. Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  2. Membuat kerangka teks yang condong ke pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.
  3. Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi. Setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah berikutnya yaitu menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan
  4. Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika ada kalimat janggal atau salah penulisan, segera perbaiki kembali.
Nah kamu juga harus memenuhi syarat atau kriteria teks laporan hasil observasi agar dianggap baik dan benar serta ideal, berikut ini syaratnya:
  • Mempunyai susunan struktur teks yang urut dan lengkap.
  • Dalam struktur teks tidak mempunyai kesimpulan/penutup.
  • Di dalam teks tidak ada opini dari penulis.
  • Teks menjelaskan sebuah informasi berdasarkan fakta.